Siapa sangka kalo bc bakal bisa qtime
sebegini lama sebelumnya? Tapi memang itu kenyataannya. Kita semua dituntut
untuk bersama dan menjunjung tinggi rasa solidaritas. Yap! Karena di liburan
akhir tahun ini kami semua pergi ke solo-jogja. Begitu banyak pengalaman
berkesan yang kami dapatkan.
Jadi, berawal dari keberangkatan yaitu
tanggal 27 desember diiringi dengan hujan ringan kita lepas kota serang dengan
perasaan biasabiasa aja. Sepanjang perjalanan orangorang sibuk dengan tidurnya kecuali
gua yang emang susah banget buat tidur dijalan. Setibanya di solo semua
merasakan dingin yang teramat luar biasa. Maklumlah gua pikir serang adalah
kota terpanas dan sangat langka nemuin suasana semengigil ini. Kami manfaatkan
keberadaan ini dengan cara mengabadikan moment yaitu lewat berfotofoto ria. Alhasil
semua berakhir biasa dan ngga seberapa spesial.
Cinema pun mucul ketika masuk ke dalam
salah satu hotel di jogja tempat kami menginap. Seketika melihat kondisi kamar
yang kurang sesuai harapan membuat bc histeris dan merasa sedikit kecewa.
Dengan pikiran yang ngga karuan itu kami hadapi dengan muka sok tegar karena
ternyata kamar sebelah sengaja dikosongkan dengan tambahan nuansa gelap yang
semakin memperparah situasi takut semakin jadi. Bermula dari membuat jebakan
konyol ala bocah dan melakukan halhal aneh lainnya, setidaknya itu sedikit mencaikan
suasana sedikit lebih girang ternyata.
Dihari berikutnya beberapa diantara bc
menemukan kejanggalan ketika menyusuri jalan menuju keraton jogja dengan
menggunakan becak itu. Hal aneh yang tidak biasa, atau karena gua bukanlah
orang jawa sehingga kudet tentang masalah ini sebelumnya? Jadi si abang tukang
becak meminta ongkos lebih yang katanya penumpang telah berhasil ngajakin
ngobrol dan mendapatkan info sepanjang perjalanan. Emang gitu ya? Entahlah.
Tapi rasanya ini hal terbodoh yang pernah gua denger.
Masih di hari yang sama. Selagi berada di
kawasan malioboro, niat yang awalnya untuk belanja itu justru berbalik menjadi
rasa waswas karena bc dipertontonkan aksi malak memalak antara anak punk dengan
seorang pria yang tidak lain adalah pengunjung yang sama seperti kita. Kok
bisabisanya mereka nekat di situasi se ramai ini? Dan kenapa si korban begitu
nurut? Kenapa
juga ngga ada satupun orang yang berniat untuk membantu? Lagilagi kita cuma
bisa katakan entahlah. Ketakutan semakin jadi ketika astrid mencar dari
rombongan dan dia nekat cari dagadu yang keberadaannya masih abuabu bagi bc.
Dia pergi dengan ditemani yassina entah kemana. Bus kami yang tak sanggup lagi
menunggu akhirnya tega meninggalan mereka. Otomatis bc syok dan ngga bisa
berkata apaapa. Temen kita paling bungsu yang biasa kita panggil dede atid itu
bakalan jadi orang jogja yang kehilangan arah dan tujuankah?! Pokoknya semua
mirkirin hal macemmacem tentang dirinya dimasa yang akan datang tanpa
terkecuali yang sebenernya kita tau itu dilarang. Sambil panik dan menunggu
giliran mandi di kamar hotel tibalah dede dengan muka flat yang membuat bc
semakin penasaran. Tapi sebelumnya kita sudah berjanji kepada guru bp untuk
tidak berikan komentar apapun setibanya astrid di hotel. Namanyanya juga mulut,
rencana hangus seketika. Banyak celetukan membangun yang ingin bc keluarkan
agar si dede sadar sesadar sadarnya dan langsung kami keluarkan hingga ada
niatan untuk tidak tidur sampe besok pagi saking serunya.
Esoknya semua berjalan normal seperti
biasa.
Darisanalah kami belajar begitu banyak
pengalaman luar biasa dan hikmah yang didapatkan selama 5hari itu. Kita juga
bisa apresiasi sikap asli orang selama di perjalanan loh. Dan meskipun
postingan kali ini cuma bahas dukanya aja, disamping itu sangat banyak kok sukanya juga
yang menutupi semuanya. Akhir kata thanks for this holiday Beceeeee. Berharap
dilain kesempatan kita bisa gini lagi ya {} :)