Selasa, 07 Januari 2014

Lima hari bersama BC

Siapa sangka kalo bc bakal bisa qtime sebegini lama sebelumnya? Tapi memang itu kenyataannya. Kita semua dituntut untuk bersama dan menjunjung tinggi rasa solidaritas. Yap! Karena di liburan akhir tahun ini kami semua pergi ke solo-jogja. Begitu banyak pengalaman berkesan yang kami dapatkan.

Jadi, berawal dari keberangkatan yaitu tanggal 27 desember diiringi dengan hujan ringan kita lepas kota serang dengan perasaan biasabiasa aja. Sepanjang perjalanan orangorang sibuk dengan tidurnya kecuali gua yang emang susah banget buat tidur dijalan. Setibanya di solo semua merasakan dingin yang teramat luar biasa. Maklumlah gua pikir serang adalah kota terpanas dan sangat langka nemuin suasana semengigil ini. Kami manfaatkan keberadaan ini dengan cara mengabadikan moment yaitu lewat berfotofoto ria. Alhasil semua berakhir biasa dan ngga seberapa spesial.

Cinema pun mucul ketika masuk ke dalam salah satu hotel di jogja tempat kami menginap. Seketika melihat kondisi kamar yang kurang sesuai harapan membuat bc histeris dan merasa sedikit kecewa. Dengan pikiran yang ngga karuan itu kami hadapi dengan muka sok tegar karena ternyata kamar sebelah sengaja dikosongkan dengan tambahan nuansa gelap yang semakin memperparah situasi takut semakin jadi. Bermula dari membuat jebakan konyol ala bocah dan melakukan halhal aneh lainnya, setidaknya itu sedikit mencaikan suasana sedikit lebih girang ternyata.

Dihari berikutnya beberapa diantara bc menemukan kejanggalan ketika menyusuri jalan menuju keraton jogja dengan menggunakan becak itu. Hal aneh yang tidak biasa, atau karena gua bukanlah orang jawa sehingga kudet tentang masalah ini sebelumnya? Jadi si abang tukang becak meminta ongkos lebih yang katanya penumpang telah berhasil ngajakin ngobrol dan mendapatkan info sepanjang perjalanan. Emang gitu ya? Entahlah. Tapi rasanya ini hal terbodoh yang pernah gua denger.

Masih di hari yang sama. Selagi berada di kawasan malioboro, niat yang awalnya untuk belanja itu justru berbalik menjadi rasa waswas karena bc dipertontonkan aksi malak memalak antara anak punk dengan seorang pria yang tidak lain adalah pengunjung yang sama seperti kita. Kok bisabisanya mereka nekat di situasi se ramai ini? Dan kenapa si korban begitu nurut? Kenapa juga ngga ada satupun orang yang berniat untuk membantu? Lagilagi kita cuma bisa katakan entahlah. Ketakutan semakin jadi ketika astrid mencar dari rombongan dan dia nekat cari dagadu yang keberadaannya masih abuabu bagi bc. Dia pergi dengan ditemani yassina entah kemana. Bus kami yang tak sanggup lagi menunggu akhirnya tega meninggalan mereka. Otomatis bc syok dan ngga bisa berkata apaapa. Temen kita paling bungsu yang biasa kita panggil dede atid itu bakalan jadi orang jogja yang kehilangan arah dan tujuankah?! Pokoknya semua mirkirin hal macemmacem tentang dirinya dimasa yang akan datang tanpa terkecuali yang sebenernya kita tau itu dilarang. Sambil panik dan menunggu giliran mandi di kamar hotel tibalah dede dengan muka flat yang membuat bc semakin penasaran. Tapi sebelumnya kita sudah berjanji kepada guru bp untuk tidak berikan komentar apapun setibanya astrid di hotel. Namanyanya juga mulut, rencana hangus seketika. Banyak celetukan membangun yang ingin bc keluarkan agar si dede sadar sesadar sadarnya dan langsung kami keluarkan hingga ada niatan untuk tidak tidur sampe besok pagi saking serunya.
Esoknya semua berjalan normal seperti biasa.

Darisanalah kami belajar begitu banyak pengalaman luar biasa dan hikmah yang didapatkan selama 5hari itu. Kita juga bisa apresiasi sikap asli orang selama di perjalanan loh. Dan meskipun postingan kali ini cuma bahas dukanya aja, disamping itu sangat banyak kok sukanya juga yang menutupi semuanya. Akhir kata thanks for this holiday Beceeeee. Berharap dilain kesempatan kita bisa gini lagi ya {} :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar